SMT Musholla kecil Waseda
Awal mula ngampus
di Waseda, saya cukup kesulitan untuk mencari tempat sholat. Sebenarnya cukup
banyak masjid/musholla di Tokyo. Sayangnya jauh dan tidak memungkinkan untuk ke
sana setiap waktu shalat. Hal ini membuat saya harus mencuri waktu dan tempat
yang mungkin kurang pas. Saya pernah shalat di tangga darurat, di ruang kelas
yang kosong, atau di gerbong kereta. Sampai pada akhirnya saya mendapatkan
email dari International Office kalau tersnyata Waseda menyediakan musholla di kampus pusat.
Sebenarnya saya sudah bertanya ke beberapa teman namun yang
mereka tahu hanya musholla di kampus barat (Nishi-Waseda) yang butuh 40 menit untuk ke sana.
Bahkan teman muslim dari Brunei yang sudah satu semester di Waseda pun baru
mengenai keberadaan musholla tersebut setelah saya beri tahu.
Di kampus pusat Waseda University, ada satu ruangan yang
biasa digunakan shalat oleh para mahasiswa, tepatnya di Gedung 11 lantai 4.
Setiap hendak menggunakannya, kami harus menyerahkan kartu mahasiswa dan
mengisi semacam buku tamu terlebih dahulu di kantor. Kadang saya merasa tidak
enak dengan petugas di kantor tersebut karena setiap hari harus direpotkan
dengan perintilan birokrasi seperti ini.
Musholla di kampus utama ini lebih bagus dan nyaman
ketimbang di Nishi-Waseda yang hanya berupa ujung koridor yang dibatasi sekat
kecil. Saking kecilnya, itu hanya muat untuk maksimal tiga orang. Selain itu,
salah satu hal kecil namun sangat saya syukuri adalah di sana tersedia tempat
wudhu, sehingga saya tidak perlu ngangkangin kaki ke westafel sambil deg-degan karena takut ada yang mergokin.
Tapi yang namanya sholat, bukan cuma urusan tempat. Di
manapun bisa, asal suci, dan bisa mencapai kerenteg
hati untuk berpasrah diri kepada sang Pencipta. Yang utama adalah bagaimana
shalat itu bisa memperhias akhlak, mencegah diri dari perbuatan fasikh dan
munkar (QS. Al Ankabut [29]:45). Dari shalat lah kita bisa minta pertolongan
pada Allah (QS. Al Baqarah [2] : 45). Dari shalat lah kita bisa menghapus
dosa-dosa yang pernah diperbuat. Lalu menjadi pribadi yang bersih bak orang
yang mandi lima kali sehari di sungai yang airnya mengalir bersih (HR. Bukhari
no. 528 dan Muslim no. 667).
Selain sholat sebagai fungsi utama, bagi saya Musholla
Waseda ini merupakan tempat yang sangat nyaman untuk……. tidur. Walaupun sudah
tiga bulan di Jepang dan mengikuti hiruk pikuk kesibukan di dalamnya, saya
masih belum bisa meninggalkan kebiasaan yang satu ini – atau barangkali lebih
tepat disebut kebutuhan.
Dalam satu hari saya memang terbiasa meluangkan waktu untuk beristirahat
dan memejamkan mata. Tidak terkecuali bila sedang kepepet di kelas. Bukannya beralasan tapi sebenarnya ini cukup baik
untuk mengendapkan pelajaran yang baru ditangkap dan memudahkan proses recalling saat dibutuhkan nantinya.
Setidaknya saya bukan tipe orang yang kebablasan tidur berjam-jam. 10 sampai 20
menit sudah cukup untuk membuat saya segar kembali.
Di musholla ini saya bertemu muslim-muslim lain yang
berkuliah di Waseda, mulai dari sesama orang Indonesia, Malaysia, Brunei,
hingga Pakistan. Tidak terkecuali Amin, teman satu kelas di salah mata kuliah,
yang saya kira orang Jepang ternyata berdarah Pakistan kelahiran Nagoya namun
tidak lancar berbahasa urdu.
Musholla ini juga sangat pas untuk tilawah atau murojaah
hafalan (kalau punya). Selain suara kita tidak akan terdengar dari luar, kita
juga tidak terganggu dengan lalu lalang orang. Dengan karpet lembut dan udara
sejuk AC, barangkali kita bisa semakin khusuk dan menghayati, asal enggak bablas tidur.
Khusus di bulan Ramadhan ini, saya menjadi lebih sering dan
lama menggunakan musholla tersebut. Karena ga perlu makan siang, setelah shalat
biasanya saya leyeh-leyeh di situ.
Mungkin alasan yang lebih tepatnya, sejak musim panas berlangsung saya memasuki
masa konservasi energi (baca: malas gerak). Sebenarnya izin penggunaanya hanya
30 menit. Tapi saya sering bandel melebihi batas. Ya masa orang mau “itikaf” dilarang, hehe….
Note:
- SMT merupakan kepanjangan dari Sebelum Matahari Terbit, kolom khusus untuk catatan saya selama di Jepang
- Tulisan ini juga dibuat sebagai kumpulan cerita #Ramadhan Across the Globe FSI FEUI
Comments
Post a Comment