Mencarimu
Di suatu tempat yang jauh aku mencarimu. Mekipun tak
kuketahui tempat itu, aku telah bertekat untuk mencarimu.
Ini bukan soal di mana. Karena aku yakin akan menemukanmu.
Entah itu di pinggir bengawan, di balik rumbun ilalang, atau di antara cabang
pematang. Aku terus mencari walau tak mungkin kau berada di situ.
Lelah ku menahan luka. Tapi barangkali itu yang pantas
kuterima. Kusia-siakan segala yang telah kita bangun dengan canda dan
tawa. Dan selama ini aku hanya berharap bisa kembali pada saat kita masih bersama.
Percayalah, aku tak ingin hari itu berganti, dari
detik-detik yang kau gunakan untuk merekahkan senyum, dari sekelibat tatapan
yang membuat wajahku marun, dari degup gugup yang entah bagaimana harus
kutimbun.
Melalui jejak-jejak buram yang kau tinggalkan, aku terus
menulusuri. Barangkali akan berujung di himpitan gedung perkotaan, di jajaran
bangku terminal, atau di sepanjang jalan setapak menuju sekolah kita dulu. Aku
terus mencari walau itu bukan tempat persembunyian.
Saat aku berhenti pada kenangan masa lalu, aku buta untuk
melangkah ke pemberhentian selanjutnya. Maukah sekali lagi kau nyalakan lilin
untuk tuntun aku berjalan?
Bila bisa kuulang waktu, kujanjikan selalu berada di
sampingmu. Menawarkan bahu untuk bersandar, tangan yang bisa kau genggam erat,
dan hati yang akan terus mengikat. Tapi entah apakah aku layak menerima sebuah
kesempatan.
Di langkah-langkah yang menuntutku untuk menyerah, aku lirih
berharap kau muncul. Mungkinkah di sela-sela lembaran daun semanggi, di tepian ufuk
sore, atau di sudut kepingan bunga tidur. Aku terus mencari bahkan jika itu di
tempat yang tak pernah ada.
Bersama ombak kecil yang menyisir kakiku, kulanjutkan
langkah untuk terus mencarimu.
kapuk 6/3/2016
gambar dari sini

Comments
Post a Comment