Sakura
Aku masih menyelipkan jemari di balik saku jaket seperti
minggu-minggu sebelumnya. Tapi tak lagi kutundukkan wajahku menghindari terpa angin
sisa musim dingin. Kutinggalkan syal dan kupluk agar tak mengganggu
pengelihatan. Barangkali aku masih menggigil, tapi siapa pula yang tidak
bersemangat untuk melihat corak indah yang selama ini bersembunyi dalam kucup:
sakura.
Tak biasanya taman seramai ini. Sebelumnya aku hanya
menghabiskan waktu bersama merpati dan beberapa paruh baya dengan anjingnya.
Kini orang-orang menggelar tikar, membuka kotak-kotak makanan, serta menegakkan
gelas-gelas. Tak Peduli sebotol jus atau sekaleng kola yang mereka minum, semua
bersula dalam kegembiraan.
Maaf, tak bisa kupenuhi permintaanmu.Tak bisa kupetik bunga sakura walau setangkai
pun. Tak tega kulepaskan rekah merah itu
dari tempatnya berjuntai. Tak mau kulayukan kelopak anggun itu hanya karena
ingin kaumiliki.
Maaf, aku juga tak janji bisa menceritakan betapa indahnya.
Entah bagaimana menyusun diksi yang tepat untuk membahsakannya barang sekilas.
Lagipula orang menyebutnya hana-mi, memandang
bunga – bukan menceritakan, momotret, atau bahkan membawa pulang.
Sebenarnya tak usah kupetikpun ia akan terlepas dengan
sendirinya. Sepoi lembut berhembus membawanya ke udara. Sakura tak punya umur
yang panjang. Tak sampai sepertiga rembulan ia akan beranjak dari singgasana,
menyisakan orang-orang dengan penantian
musim semi selanjutnya. Penantian panjang untuk keindahan sesaat.
Ia akan terbang dan menari bersama pilinan angin. Tentu saja
tak akan pernah bisa menyeberang samudera dan sampai padamu. Ada batas ketidakberdayaan
bernama jarak. Barang kali ia akan jatuh dekat di sekitarnya, tempat yang
menurutnya nyaman untuk merebah.
Mentari menyingsing tenggelam di negeri matahari terbit. Mahkota
sakura beradu keindahan rona warna dengan kelambu ufuk langit. Sedari tadi di bangku
taman ini, aku malas beranjak bangkit.
Barangkali benar kata orang. Ada hal-hal yang tak bisa kita
miliki, seberapapun kita inginkan. Ada pula hal-hal yang tak tersampaikan,
seberapun berharganya itu. Setidaknya untuk saat ini baiknya demikian. Walapun tak
dimiliki, walaupun tak sampai, tak sedikitpun keindahannya pupus. Kau masih
percaya sakura itu cantik, bukan?
Ueno, 4/13/15
Comments
Post a Comment