Terima Kasih atas Ketidakpedulianmu
Kusampaikan terima kasih atas ketidakpedulianmu. Terima kasih untuk menjadikan aku sepatah sapa yang hanya menggantung di langit-langit kelas. Menjadikan aku gelombang panggilan yang merambat melas. Menjadikan aku sepucuk surat yang tak disambut balas. Karena dengan begitu, sedikit demi sedikit aku bisa melupa. Membungkam rasa yang terlalu banyak bicara. Menghapus jejak yang pernah terinjak sekaligus mencari langkah lain untuk beranjak. Itukah maksudmu? Hati tak pernah lebih besar dari segenggam tangan, namun rasa didalamnya bukan kerikil untuk dicungkil. Sekali diambil kau akan lihat lubang besar yang menganga, lebih dari cukup untuk menelan egomu yang menggunung. Kau bisa bedakan antara satu dan nol. Walaupun semesta hidup tidak berjalan dengan sandi binerik. Walaupun hati tak memiliki kutub maupun sudut. Setidaknya kau bisa jelaskan jarak yang merentang antara iya dan tidak. Namun, kau pilih bisu. Sekali lagi terima kasih. Diammu membuatku merasa...