Di mana doaku?
Tadi pagi aku berdoa. Aku penasaran apakah doaku telah sampai pada-Mu. Kucari-cari website untuk melakukan pengecekan pengiriman barang, ternyata tidak ada barang jenis ghaib layaknya doa. Padahal kan banyak orang yang mengirimkan doa setiap hari. Aku juga tidak punya nomer resi untuk dimasukkan ke kolom pencarian. Semestinya para kurir bisa lebih serisus menangani hal ini. Aku benar-benar ingin tahu kabar pengiriman doaku. Sudah sampai mana ya? Andaikan ada matakuliah yang menjelaskan identifikasi kelajuan dan posisi doa atau seminar mekanisme transmisi doa pasti sudah aku ambil. Saking penasarannya aku berharap ada reality show ekspedisi pencarian doa. Tak akan kulewatkan satu episode pun. Mungkin lain kali aku harus menempelkan penyadap pada doaku agar aku bisa melacaknya lewat GPS. Mungkin juga aku bisa memakai teropong bintang untuk mengikuti geraknya menuju langit. Atau barangkali harus kukirimkan lewat Whatsapp agar tahu apakah doaku masih pending, delivered, atau suda...