Beranjak Dewasa
Seorang bocah penggembala enggan meminum susu yang telah
diperahnya. Ia tak ingin tumbuh dari perawakan kecilnya. Barangkali tak dipahaminya
adalah waktu yang memaksa ia berangkat dari masa kanak. Tapi ada benar dalam
pikirnya: beranjak dewasa itu kejam.
Beranjak dewasa adalah belajar berdamai dengan kekecewaan. Akan
selalu ada hal hal yang diluar kendali, seberapapun keras asa diperjuangkan. Tanganmu
diberi pilihan untuk usap derai tak berkesudahan atau berjabat tangan dengan
kenangan.
Beranjak dewasa adalah belajar merelakan diri untuk tidak
menuntut harapan. Akan selalu ada janji-janji yang menggantung di ujung kelingking,
seberapapun besar kepercayaan ditanam. Saat itu kau akan berdoa untuk bisa
melupa.
Beranjak dewasa adalah belajar bersilaturahmi dengan penyesuaian.
Akan selalu ada kejutan-kejutan pahit, seberapapun siap rencana diperhitungkan.
Kadang kau terpaksa kumpulkan kerikil kewarasan untuk menimbun lubang hati yang
menganga.
Sang bocah ingin menua tanpa perlu bergelut dengan kemelut
orang dewasa. Ia hanya ingin membesarkan gembalanya.
Xiamen, 18-05-19
gambar dari sini

Comments
Post a Comment