Rembulan Malam Ini
Senja menyapamu lebih dulu, mewakili keinginanku untuk menyambutmu
pulang. Kau bilang warnanya menenangkan. Bagiku kabarmu yang justru menenangkan.
Rembulan mendatangimu lebih dulu dan aku senang denganmu
yang antusias menceritakan bagaimana ia muncul kali ini. Ceritamu melipat jarak
seakan kita berada di belahan bumi yang sama.
Malammu gemerlap bintang sementara siangku beratapkan awan. Gelap
ataupun terang, ia dilukis sebagai penanda sekaligus pengingat, bahwa kita
berada di bawah langit yang sama.
Hujan tak ke mana-mana, setidaknya untuk hari ini. Ia di
sini menemaniku merayakan kesepian, menampung gundah pada kubangan gelebah. Boleh
jadi suatu saat ia menghampirimu untuk antarkan pesan.
Rindu akan mencari caranya sendiri untuk bisa tersampaikan.
Ia titipkan pada alam. Ia lewatkan pada kekuatan yang tersamarkan. Adakah
sedikit getar kau rasakan?
Rode kruislaan,
26/09/18

This also my favourite.
ReplyDeleteKuselalu berpikir tiap tulisan pyan yang dalam kayak gini ada sosok triggernya.
Semoga kelak bersua dg siapapun itu dalam kebaikan bos 😌
Eh baru baca komentar ini.
DeleteBisa jadi fit, hehe.
tak aminkan saja doanya.