Sapa
Di ujung kata-kata yang telah disusun bersama,
kita bingung menyematkan titik atau koma. Sementara masing-masing masih
menyimpan tanda tanya.
Kita dara muda, yang
bermain-main dengan rasa percaya. Tak memahami bahwa ada konsekuensi dari condongnya
hati.
Harapan itu telah dilontarkan
terlalu tinggi, sementara aku tak belajar bersahabat dengan langit. Kita terbang
terlalu nyaman, tak sadar bahwa selain hembus, angin juga membawa hempas.
Di hari kita berbagi
senja, kita berbisik agar tak ada yang benar-benar tenggelam. Namun perputaran bumi
membawa cerita kita ke warna langit yang lain.
Mentari esok hari menjanjikan kehangatan
baru, namun barangkali kita terlalu takut lewati gelap malam.
***
Ke dalam sungai Siak, yang mereka bilang bukit pun tertelan, kucoba tenggelamkan
perasaan itu dalam-dalam. Sekaligus ingin kuuji sebuah nasihat bijak, bahwa hati yang ringan akan
mengapung tuk kemudian mencari muaranya.
Batin menggunyam diksi, jiwa menyulam aksara.
Padahal aku hanya ingin menyapa.
Adakah dirimu
baik-baik saja?
Srengseng sawah, 26/12/17
gambar dari sini

Comments
Post a Comment