Jika Kau Menghilang




Jika kau menghilang dari bumi ini,
Barangkali tidak akan ada perubahan yang kasat mata. Kereta api berangkat sesuai jadwal. Bioskop menayangkan film-film terbaru. Angin musim gugur membuat daun bergesekan. Semuanya berjalan seperti biasa.

Kecuali aku.

Jika kau menghilang dari bumi ini,
Tak ada salam pagi yang bisa kuhantarkan. Tak ada senyum manis yang merekat bersama imajinasi senja. Rindu pun ling-lung mencari dermaga untuk berlabuh.

Jika kau menghilang dari bumi ini, bahkan dengan keberadaanmu yang tak pernah kuketahui sebelumnya, aku akan terjebak dalam pencarian yang tak kupahami. Tanpa tahu apa, aku terus meraba. Tanpa tahu di mana, aku terus menelusuri.

Mungkin tidak ada yang peduli dengan nyanyian gumammu. Tapi aku menikmati caramu menghirup nafas. Tak ada yang tahu kebiasaan berjalan-jingkatmu, tapi aku justru menghitung jejak mungil itu. Walaupun kau sering merasa tak punya arti, nyatanya kau selalu berada di antara  kedip mataku yang lelah menatap dunia.

Asal kau tahu, setiap fajar aku bangun dengan rutinitas sederhana. Pada garis tipis yang memisahkan petang dan terang, kusisipkan bisik doa untuk 'baik-baik saja'- mu. Maka bagaimana nalarku bekerja bila kau lenyap begitu saja.

Aku menerawang buram langit melalui genang air mata. Sementara kejora yang dulu kau sangka kesepian, kini malah menatapku iba. Semua benda yang di atas sana punya esok dan malam untuk kembali, sedangkan aku tak tahu harus ke mana bila kau pergi…


Kumohon… Aku hanya ingin bersamamu sedikit lebih lama… aku hanya ingin bersamamu sedikit lebih lama…


Pare, 19/12/16


gambar dari sini

Comments

Popular posts from this blog

4th USLS #7: Senyum Perpisahan

4th USLS #9: Kumandang Takbir

4th USLS #3: Lakukan Sekarang!