8 menit
Mereka
bilang tak butuh waktu lama bagi angkasa untuk tenggelamkan matahari. Ufuk
menelan cahaya dan sore perlahan terpejam, menyisakan gurat mega merah yang
merona pada hamparan awan. Berapa lama kah langit tersipu seperti itu?
Barangkali secepat
itu kita meniti pertemuan tadi. Aku bukan seseorang yang pandai membawa
percakapan. Dan sepertinya kau pun tak kalah pendiam. Sekejap perbincangan
ringan itu berujung pada salam perpisahan, menyisakan sepatah kalimat yang
belum tersampaikan.
Barangkali
secepat itu pula aku menanam perasaaan, mengisi sepetak ruang hati yang tak
berhuni. Walau belum tentu hatimu mencerminkan yang sama, aku berharap benih
rasa ini tidak hanya tertimbun, namun tumbuh dan menemukan mataharinya.
Di
sela-sela tunduk malumu, kucoba mencuri pandang. Sayangnya bola mata kita
bertemu pada satu tatapan tanggung. Mimik gugup tak membawa kita ke manapun
selain situasi yang semakin canggung.
Aku
tersenyum. Kau pun tersenyum. Menertawakan apa yang tidak benar-benar kita
mengerti. Namun kita diam dan menyimpan banyak tanda tanya. Percayakah kita
pada waktu yang mengalirkan hidup? Akankah aliran itu membawa kita pada sebuah
pertemuan di ujung muara? Adakah perahu di tepi dermaga untuk kita berlayar
bersama?
Terkadang
pemahaman tidak datang dengan percakapan. Tidak menuntut kecemerlangan otak
atau kepekaan indra. Boleh jadi ia muncul dari penerimaan akan
ketidaksempurnaan.
Dengan secuil
pemahaman sederhana, kusadari bahwa perasaanku jatuh pada hal-hal sepele yang
melekat padamu. Selera musik jadulmu, caramu mengeja R, kebiasaanmu mengayun
kaki, serta garuk kepala yang kau buat buat. Dan hei, aku tak tahu bagaimana
kau bisa kombinasikan gigi gingsul untuk jadi ramuan senyum manis itu.
Meskipun
begitu singkat, aku senang kita bertemu. Terima kasih telah hadirkan senja
tanpa membawa momok kelamnya langit malam. Jika tak keberatan, tolong siram dan
carikan pupuk untuk benih yang kutanam tadi. Agar esok segera kau saksikan,
kuncup perasaan yang mekar menatap mentari.
Jetis, 14-07-16
gambar dari sini

Janganjangan...🙊
ReplyDelete