Bukan Siapa Siapa
Kita bertemu. Saling sapa. Titik.
Untuk sekian kalinya, rindu itu tak tersampaikan. Degup
jantung memang menyulut sumbu perasaan, namun kepengecutanku meniupnya padam.
Walau tersimpan beribu kata menguntit di balik bibir, aku
hanya diam. Sembari menenangkan gigiku yang bergemeletuk kesal, kubisikkan
kembali bahwa aku bukan siapa siapa.
Aku lapar. Sepertinya kau juga. Tapi sudahlah.
Mataku hanya bisa mengantarmu pergi di sudut pandangan. Sementara
aku membatu bersama detik-detik masa lalu. Melepaskanmu telah menjadi rutinitas
di setiap pertemuan.
Tak akan ada agenda makan siang bersama. Biarkan aku sendiri
dengan denting sendok yang terdengar ngilu. Aku cukup bisa melahap kenyataan
bahwa aku bukan siapa siapa.
Aku membuka aplikasi chatting.
Kau online juga ternyata. Close.
Di depan layar ini, kita sama-sama terjaga. Apakah kita sedang
bertatap muka? Sayangnya, setiap kumengeja ketikan jemari, kursor selalu
kembali pada jendela kosong.
Aku tak punya kemewahan untuk membuka percakapan. Tak juga
kutahu bagaimana caranya. Bahkan jikapun dimulai, entah bagaimana kelanjutannya.
Nyaliku terenggut hakikat bahwa aku bukan siapa-siapa.
Srengseeng sawah, 19/2/16
gambar dari sini

:"
ReplyDeletegue jadi penasaran kalo pyan nulis yang beginian itu emang imajinasi atau feel that feel sih? hehe
harus berapa kali gue bilang kalo ini ga ada hubungannya sama feeling fit. hoho
Deletewah maaf yan sampe lupa kan gue kalo udah pernah tanya
Delete