Sang Cendekiawan Sudah Lelah
Sang
cendekiawan sudah lelah
Tergeletak kaca
matanya di sudut meja
Tak
dilihatnya langit senja,
tak serupa subuhnya
kala
Buminya dikangkangi
beton dan besi,
mengencingi
jemari sungai hingga muara
Bau amis sepanjang
jalan protokol
tangan
menengadah pada cucuran luber,
untuk ganjal
mulut atau menutup perut
Sang
cendekiawan berbaring manja
Ia
telanjang, lucut tanpa pena
Menatap buku
usang tanpa aksara
ia lupa cara
berbicara
Bukan karena
bisu
ia hanya
diam
tersumpal
suap sendok para mandor
tersulam
benang pesanan para kontraktor
Doktrinnya
muncrat berbusakan dalil
meludahi
wajah para jelata dekil
Walaupun di
luar nalar,
kebenaran
milik para pembayar
cerobong asap
di kota-kota
mengepul bersama
cerutu,
dihisap sang
penjuntai kaki
di kursi
goyang
ia hanya
diam
NB: dibacakan dalam lomba puisi Econtal-FEBUI 2015 (Juara 2)
wah, gue selalu salut dengan tulisan-tulisan lo yan. Keren. Nggak nyampah kayak gue wkwkwkwk ...
ReplyDeletehadeeh... jangan merendah gitulah mbaknya, tulisan gue kebanyakan meweknya. wkwk
Delete