Pendamping Tanpa Bunga
Sungguh kau tak perlu kebingungan mencari pendamping wisuda, kawan. Tak usah gelisah bila sosok yang kau dambakan tak jadi menggandeng tanganmu selepas keluar dari altar pengukuhan hasil studi. Jangan memelas, apalagi mencari-cari joki pengganti di situs lelang bebas. Akan datang padamu, pendamping tanpa bunga – menatap kagum dirimu yang berdiri tegak mengenakan toga. Barangkali mereka tak sempat bawakan cinderamata lantaran tergesa-gesa ingin menemuimu. Tapi kawan, sungguh kau juga harus bangga mengakui mereka adalah: orang tuamu. Jauh-jauh hari, pada kalender kusam yang tergantung di dinding rumah, mereka lingkari tanggal wisudamu dengan spidol merah. Bersejingkat dari hari ke hari, waktu yang mereka lalui adalah penantian tanpa rasa lelah, untuk melihatmu menjadi sarjana yang berprestasi. Kemungkinan besar mereka tak begitu mengerti lantunan gaudeamus igitur yang mengiringi prosesi khidmat itu. Tapi jelas keberadaan mereka di situ menyorakkan keberhasilanmu dan ...