Surat kecil untuk Tuhan
Kepada Yang Maha Esa, Allah SWT. Engkau pasti mendengarku.... Aku menulis surat ini ketika malam. Hening. Teman-temanku telah tertidur lelap. Senyap. Entah apakah ada bulan atau bintang di luar sana. Tetapi yang jelas Engkau tak pernah tidur dan selalu ada untuk aku mintai berkah, rahmat, dan segala keinginan. Ya Allah, atas izin-Mu segala sesuatu di dunia ini pasti berubah. Dulu aku punya selembar kanvas putih. Kini kanvas itu telah berubah menjadi sebuah lukisan. Cukuplah 3 tahun corak warna-warni membuatnya jadi indah. Meskipun terdapat bercak noda hitam yang tertempel. Kertas kosong ini juga berubah menjadi media curahan sesaknya hati yang menyadari bahwa ada suatu perubahan yang menyakitkan. Yakni ketika pertemuan berubah menjadi perpisahan. Ya Allah, aku berstukur bisa bersekolah di sini. Aku dididik untuk bisa survive dalam perkembangan zaman dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, aku juga harus mengedepankan iman dan taqwa sebagai landasan hidupku. Selain itu, ak...